http://madrasahdiniyahwustho.blogspot.com/

DONASI

hubungi
HP 0877 3357 2211
Tampilkan postingan dengan label doa-doa. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label doa-doa. Tampilkan semua postingan

Senin, 18 November 2013

DOA AGAR DIBERI KESELAMATAN



Sholawat Tunjina ( keselamatan )

اللَّــهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِناَ وَمَوْلَنَا مُحَمَّدٍ
 صَلَاةًتُنْجِيْنَا مِنْجَمِيْعِ اْلأَهْوَالِ وَاْلأَفَاتِ
وَتـَقْضِ لَناَ بِهاَ جَمِيْعَ اْلحَاجَاتِ
وَتـُطَهِّرُناَ بِهَا مِنْ جَمِيْعِ السَّـيِّأَتِ
وَتَرْفَعُناَ بِهَا عِنْدَكَ أَعْلىَ الدَّرَجَاتِ
وَتبُـَلِّغُناَ بِهاَ أَقْصَى اْلغَايَاتِ مِنْ جَمِيْعِ اْلخَيْرَاتِ فِى الْحَيَاتِ
وَبَعْدَ اْلمَمَاتِ
Artinya : ya berikanlah rahmat (kasih sayang mu) atas baginda Muhammad dengan rahmat yang dapat menyelamatkan kita dari segala belenggu dan mara bahaya, dan kabulkanlah dengan lantaran sholawat segala hajat kami, dan bersihkanlah kami dengan lantaran sholawat dari segala keburukan, dan angkatlah  kami dengan lantaran sholawat lebih tinggi – tongginya derajat disisimu, dan sampaikanlah dengan lantaran sholawat  segala kebaikan kami  semasa hidup  dan setelah wafat.

Selasa, 21 Juni 2011

KUMPULAN DOA DOA

Sebuah buku yang berisi kumpulan doa-doa dari Al-Quran dan As-Sunnah dapat anda copas di sini.
Smoga bermanfaat.

Kamis, 07 April 2011

DO’A MASUK DAN KELUAR RUMAH

MDW DARUL ULUM

عَنْ جَابِرِ بْنِ عَبْدِ اللهِ رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا قَالَ : سَمِعْتُ رَسُوْلَ اللهِ  يَقُوْلُ : (( إِذَا دَخَلَ الرَّجُلُ بَيْتَهُ فَذَكَرَ اللهَ  عِنْدَ دُخُوْلِهِ وَعِنْدَ طَعَامِهِ, قَالَ الشَّيْطَانُ : لاَ مَبِيْتَ لَكُمْ وَلاَ عَشَاءَ، وَإذَا دَخَلَ فَلَمْ يَذْكُرِ اللهَ  عِنْدَ دُخُوْلِهِ قَالَ الشَّيْطَانُ : أَدْرَكْتُمُ الْمَبِيْتَ، وَإِذَا لَمْ يَذْكُرِ اللهَ عِنْدَ طَعَامِهِ قَالَ : أَدْرَكْتُمُ الْمَبِيْتَ وَالْعَشَاءَ ))
“Dari Jabir bin Abdullah  ia berkata: "Aku pernah mendengar Rasulullah  bersabda: “Apabila salah seorang di antara kamu masuk ke dalam rumah dan ketika
makan dengan menyebut nama Allah, maka syaitan akan berkata: tidak ada tempat menginap bagimu dan tidak pula engkau dapat makan malam. Dan apabila ia masuk rumah tetapi tidak menyebut nama Allah, maka syaitan berkata: aku dapatkan darimu tempat menginap. Apabila tidak pula menyebut nama Allah tatkala makan, maka syaitan berkata: kalian dapatkan tempat menginap dan makan malam”. (HR. Muslim).
Diriwayatkan dari Abu Malik Al Asy’ari  ia berkata, bahwa Rasulullah  pernah bersabda: “Apabila seseorang masuk ke dalam rumahnya, maka hendaklah ia mengucapkan:
(( اللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ خَيْرَ المَوْلِجِ وَخَيْرَ المَخْرَجِ، بِسْمِ اللهِ وَلَجْنَا وَبِسْمِ اللهِ خَرَجْنَا وَعَلَى اللهِ رَبَّنَا تَوَكَّلْنَا ))
“Ya Allah, aku mohon kepada-Mu sebaik-baik tempat masuk dan sebaik-baik tempat keluar. Dengan menyebut nama Allah kami masuk dan dengan menyebut nama Allah kami keluar dan kepada Allah wahai Tuhan kami, kami berserah diri”.
Kemudian memberi salam kepada keluarga (yang ada di dalam rumah). (HR. Abu Dawud dengan sanad hasan).

DZIKIR DI WAKTU PAGI DAN PETANG

MDW Darul Ulum

Diriwayatkan dari Abu Hurairah  dari Nabi Muhammad , beliau bersabda:
(( مَنْ قَالَ حِيْنَ يُصْبِحُ وَحِيْنَ يُمْسِيْ: سُبْحَانَ اللهِ وَبِحَمْدِهِ، مِائَةَ مَرَّةٍ لَمْ يَأْتِ أَحَدٌ يَوْمَ الْقِيَامَةِ بِأَفْضَلَ مِمَّا جَاءَ بِهِ إِلاَّ أَحَدٌ قَالَ مِثْلَ مَا قَالَ أَوْ زَادَ عَلَيْهِ ))
“Barang siapa mengucapkan di waktu pagi dan petang: "Subhanallah wa bihamdih"; seratus kali tidak ada seorangpun di hari kiamat yang datang membawa suatu kebaikan yang lebih baik darinya, kecuali orang yang mengucapkan hal yang sama atau lebih dari itu". (HR. Muslim).

Ibnu Mas’ud  berkata: bahwa Nabi  tatkala datang waktu petang selalu mengucapkan:
(( أَمْسَيْنَا وَأَمْسَى الْمُلْكُ لِلَّهِ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ، لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ، رَبِّ أَسْأَلُكَ خَيْرَ مَا فِي هَذِهِ الليلَةِ وَخَيْرَ مَا بَعْدَهَا، وَأَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا فِي هَذِهِ اللَّيْلَةِ وَشَرِّ مَا بَعْدَهَا. رَبِّ أَعُوْذُ بِكَ مِنَ الكَسَلِ وَسُوْءِ الكِبَرِ، رَبِّ أَعُوْذُ بِكَ مِنْ عَذَابٍ فِي النَّارِ وَعَذَابِ القَبْرِ )) وإذا أصبح قال ذلك أيضا، ((أَصْبَحْنَا وَأَصْبَحَ الْمُلْكُ لِلَّهِ ))
“Kami Telah sampai pada waktu petang dan kerajaan semesta milik Allah dan segala pujian hanya milik-Nya, tidak ada Ilah yang berhak disembah melainkan Allah semata, tidak ada sekutu bagi-Nya, hanya milik-Nya kekuasaan dan Milik-Nya segala pujian, dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu, Ya Rabb, aku mohon kepada-Mu kebaikan yang ada pada malam ini, dan kebaikan sesudahnya, dan aku mohon perlindungan dari segala keburukan yang ada pada malam ini dan sesudahnya, Ya Rabb, aku mohon perlindungan kepada-Mu dari sifat malas dan kesombongan, ya Rabb, aku mohon perlindungan dari siksaan api neraka dan siksaan dalam kubur”.
Dan di waktu pagi Rasulullah  mengucapkan pula: "Kami telah sampai pada waktu pagi, dan kerajaan semesta milik Allah …dan seterusnya. (HR. Muslim).
Dari Syaddad bin Aus  dari Nabi Muhammad  beliau bersabda: “Sayyidul (penghulu) Istighfar adalah:
(( اللَّهُمَّ أَنْتَ رَبِّي لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ خَلَقْتَنِي وَأَنَا عَبْدُكَ وَأَنَا عَلَى عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَا اسْتَطَعْتُ أَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا صَنَعْتُ أَبُوْءُ لَكَ بِنِعْمَتِكَ عَلَيَّ وَأَبُوْءُ بِذَنْبِي، فَاغْفِرْ ليِ فَإِنَّهُ لاَ يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلاَّ أَنْتَ ))
“Ya Allah Engkaulah Tuhanku, tidak ada Ilah yang berhak disembah melainkan Engkau, Engkaulah yang telah menciptakan aku, dan aku adalah hamba-Mu, aku ada dalam perjanjian-Mu dan janji-Mu, dengan segenap kemampuanku, aku berlindung diri kepada-Mu dari kejelekan yang kuperbuat, aku mengakui kepada-Mu Akan nikmat-Mu yang Kau berikan kepadaku, dan aku mengakui akan dosaku, maka ampunilah aku sebab sesungguhnya tidak ada yang dapat mengampuni dosa-dosa kecuali Engkau”.
Rasulullah  bersabda: “Siapa saja yang mengucapkannya di waktu siangnya dengan penuh keyakinan kemudian dia mati sebelum datangnya sore maka dia termasuk ahli surga, dan siapa yang mengucapkannya di waktu malam dengan penuh keyakinan kemudian dia mati sebelum datangnya pagi maka ia termasuk ahli surga”. (HR. Bukhari).
Abdullah bin Habib  berkata:
خَرَجْنَا فِيْ لَيْلَةِ مَطَرٍ وَظُلْمَةٍ شَدِيْدَةٍ نَطْلُبُ النَّبِيَّ  لِيُصَلِّيَ لَنَا فَأَدْرَكْنَاهُ فَقَالَ: (( قُلْ، فَلَمْ أَقُلْ شَيْئًا، ثُمَّ قَالَ: قُلْ، فَلَمْ أَقُلْ شَيْئًا، ثُمَّ قَالَ: قُلْ، فَقُلْتُ : يَا رَسُولَ اللهِ مَا أَقُوْلُ؟ قَالَ: قُلْ هُوَ اللهُ أَحَدٌ وَالْمُعَوِّذَتَيْنِ حِيْنَ تُمْسِيْ وَحِيْنَ تُصْبِحُ ثَلاَثَ مَرَّاتٍ تَكْفِيْكَ مِنْ كُلِّ شَيْءٍ ))
“Aku keluar pada suatu malam yang lagi turun hujan dan gelap gulita untuk menemui Nabi  agar mengimami kami dalam shalat. Maka kami menjumpai beliau, dan beliau bersabda: “Katakanlah; namun aku tidak mengatakan sesuatu. Kemudian beliau bersabda pula: “Katakanlah, dan akupun tidak mengatakan sesuatu. Rasulullah berkata pula: “Katakanlah, kemudian aku berkata: "Apa yang mesti aku katakan wahai Rasulullah?", Rasulullah  bersabda: ”Katakanlah: “Qul Huwallahu Ahad dan dua surat perlindungan (Al Falaq dan An Naas) ketika datang waktu sore dan waktu pagi masing-masing tiga kali, maka cukup bagimu dari segala sesuatu". (HR. Abu Dawud, Tirmidzi dan Nasa'i dengan sanad hasan).
Diriwayatkan dari Abu Hurairah  dari Nabi Muhammad  bahwasanya beliau mengajar sahabat-sahabatnya dengan berkata: "Apabila datang waktu subuh (pagi) atas seseorang maka hendaknya ia mengucapkan":
(( اللَّهُمَّ بِكَ أَصْبَحْنَا وَبِكَ أَمْسَيْنَا وَبِكَ نَحْيَا وَبِكَ نَمُوْتُ وَإِلَيْكَ النُّشُوْر ))
“Ya Allah, Dengan-Mu kami menjumpai pagi dan dengan Engkau kami mendapatkan sore, dengan Engkau kami hidup dan dengan Engkau kami mati, dan kepada-Mu kami digiring”.
Apabila datang waktu sore maka katakanlah:
(( اللَّهُمَّ بِكَ أَمْسَيْنَا وَبِكَ أَصْبَحْنَا وَبِكَ نَحْيَا وَبِكَ نَمُوْتُ وَإِلَيْكَ الْمَصِيْرُ ))
“Ya, Allah dengan Engkau kami berada di waktu sore dan dengan Engkau kami berada di waktu pagi, dengan Engkau kami hidup dan dengan Engkau kami mati dan kepada-Mu tempat kembali”. (HR. Abu Dawud, Tirmidzi, Nasa'i, Ibnu Majah, hadits ini shahih).
Diriwayatkan dari Abu Hurairah  bahwa Abu Bakar As-Shiddiq  memohon kepada Rasulullah  seraya berkata: “Wahai Rasulullah, perintahkan kepadaku untuk mengucapkan kalimat-kalimat yang akan aku ucapkan setiap pagi dan petang hari". Rasulullah  bersabda: "Katakanlah":
(( اللَّهُمَّ فَاطِرَ السَّمَاوَاتِ وَالأَرْضِ عَالِمَ الغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ رَبَّ كُلِّ شَيْءٍ وَمَلِيْكَهُ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ، أَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ نَفْسِيْ وَشَرِّ الشَّيْطَانِ وشِرْكِهِ وأن أَقْتَرِفَ عَلَى نَفْسِيْ سُوْءًا أَوْ أَجُرَّهُ إِلَى مُسْلِمٍ ))
“Ya, Allah Pencipta langit dan bumi, Yang Maha Mengetahui yang ghaib dan yang tampak, Pemelihara segala sesuatu dan Rajanya, aku bersaksi tidak ada Ilah yang hak disembah melainkan Engkau, aku berlindung dari kejelekan diri dan kejahatan setan dan sekutunya, aku berlindung kepada-Mu dari berbuat keburukan atas diriku dan aku berlindung dari menarik kejelekan kepada seorang muslim”.
"Ucapkanlah (do’a ini) tatkala pagi dan sore hari, dan ketika engkau akan tidur". (HR. Ahmad, Abu Dawud, Tirmidzi, Nasa'i, dan Bukhari dalam Adabul Mufrad dengan sanad shahih). Lafadz ini menurut riwayat Ahmad dan Bukhari.
Diriwayatkan dari Utsman bin Affan  ia berkata: bahwasanya Rasulullah  bersabda: “Tidak akan ada sesuatu yang membahayakan bagi seorang hamba yang mengucapkan pada waktu pagi setiap hari dan waktu sore pada setiap malam dengan diulang-ulang tiga kali sebuah do'a:
(( بِسْمِ اللهِ الَّذِيْ لاَ يَضُرُّ مَعَ اسْمِهِ شَيْءٌ فِي اْلأَرْضِ وَلاَ فِي السَّمَاءِ وَهُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ ))
“Dengan nama Allah yang tidak ada bahaya atas nama-Nya sesuatu di bumi dan tidak pula di langit dan Dia-lah yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui”. (HR. Ahmad, Tirmidzi dan Ibnu Majah, Tirmidzi mengatakan hadits hasan shahih).
Diriwayatkan dari Tsauban pembantu Nabi Muhammad , bahwa beliau  pernah bersabda: "Tidak ada balasan bagi seorang hamba muslim yang mengucapkan bacaan ini, tatkala datang waktu pagi dan waktu sore tiga kali:
(( رَضِيْتُ بِاللهِ رَبًّا وَبِالإِسْلاَمِ دِيْنًا وَبِمُحَمَّدٍ  نَبِيًّا ))
“Aku rela Allah sebagai Rabb, Islam sebagai agama, dan Muhammad  sebagai Nabi”, kecuali Allah akan meridhainya di hari kiamat". (HR. Imam Ahmad, Abu Dawud, Ibnu Majah dengan sanad hasan).
Redaksi ini berdasarkan riwayat dari Ahmad, tetapi tidak menyebutkan bahwa hadits ini dari Tsauban. Dalam riwayat Tirmidzi disebutkan dari Tsauban. Imam Nasa'i meriwayatkan hal ini dalam bab; “Amalan siang dan malam hari”, sama seperti riwayat Imam Ahmad.
Dalam shahih Muslim dari Abi Sa’id Al Khudri , bahwa Nabi  bersabda:
(( مَنْ رَضِيَ بِاللهِ رَبًّا وَبِالإِسْلاَمِ دِيْنًا وَبِمُحَمَّدٍ  نَبِيًّا وَجَبَتْ لَهُ الْجَنَّةُ ))
“Siapa saja yang rela Allah sebagai Rabb, Islam sebagai agama, dan Muhammad  sebagai Nabi, maka berhak baginya surga”. (HR. Muslim).
Imam Muslim juga meriwayatkan dalam kitab shahihnya dari Abbas bin Abdul Muthalib , bahwa Nabi  bersabda:
(( ذَاقَ طَعْمَ الإِيْمَانِ مَنْ رَضِيَ بِاللهِ رَبًّا وَبِالإِسْلاَمِ دِيْنًا وَبِمُحَمَّدٍ  رَسُوْلاً ))
“Akan merasakan rasa (lezatnya) iman orang yang rela menjadikan Allah sebagai Rabb, Islam sebagai agama, dan Muhammad sebagai Rasul”.
Diriwayatkan dari Anas , bahwa Nabi  bersabda: “Siapa saja yang di waktu pagi atau sore hari membaca:
(( اللَّهُمَّ إِنِّيْ أَصْبَحْتُ أُشْهِدُكَ وَأُشْهِدُ حَمَلَةَ عَرْشِكَ وَمَلائِكَتَكَ وَجَمِيْعَ خَلْقِكَ بِأَنَّكَ أَنْتَ اللهُ لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ وَحْدَكَ لاَ شَرِيْكَ لَكَ وَأَنَّ مُحَمَّداً عَبْدُكَ وَرَسُوْلُكَ ))
“Ya Allah, aku berada di waktu subuh, aku bersaksi kepada-Mu dan bersaksi kepada pembawa ‘Arsy-Mu dan malaikat-Mu serta seluruh makhluk-Mu bahwa Engkaulah Allah, tidak ada Ilah yang berhak disembah melainkan Engkau semata, tidak ada sekutu bagi-Mu dan Muhammad itu adalah hamba-Mu dan Rasul-Mu".
Maka Allah akan membebaskan seperempatnya dari api neraka, siapa saja yang mengucapkannya dua kali, maka Allah akan membebaskannya separuh dari api neraka, siapa saja yang mengucapkannya tiga kali, maka Allah akan membebaskannya tiga perempat dari api neraka dan siapa yang membacanya empat kali maka Allah akan membebaskannya penuh dari api neraka”. (HR. Abu Dawud dengan sanad hasan).
Dalam redaksi yang lain, diriwayatkan oleh Abu Dawud dikatakan:
(( اللَّهُمَّ إِنِّيْ أُشْهِدُكَ وَأُشْهِدُ حَمَلَةَ عَرْشِكَ وَمَلائِكَتَكَ وَجَمِيْعَ خَلْقِكَ بِأَنَّكَ أَنْتَ اللهُ لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ وَحْدَكَ لاَ شَرِيْكَ لَكَ وَأَنَّ مُحَمَّداً عَبْدُكَ وَرَسُوْلُكَ ))
“Ya Allah, aku bersaksi kepada-Mu dan bersaksi atas pambawa Arsy-Mu dan para Malaikat-Mu serta seluruh makhluk-Mu, bahwa Engkaulah Allah, tidak ada Ilah yang hak disembah melainkan Engkau semata, tidak ada sekutu bagi-Mu dan aku bersaksi bahwa Muhammad itu hamba dan Rasul-Mu”.
Maka Allah akan membebaskannya pada hari itu seperempat dari api neraka, dan siapa yang mengucapkan empat kali maka Allah akan membebaskannya penuh di hari itu dari api neraka”. (HR. Abu Daud).
Diriwayatkan dari Abdullah bin Ghanim  bahwa Rasulullah  bersabda: “Barang siapa yang mengucapkan:
(( اللَّهُمَّ مَا أَصْبَحَ بِي مِنْ نِعْمَةٍ أَوْ بِأَحَدٍ مِنْ خَلْقِكَ فَمِنْكَ وَحْدَكَ لاَ شَرِيْكَ لَكَ فَلَكَ الْحَمْدُ وَلَكَ الشُكْرُ ))
“Ya Allah, tidaklah di pagi hari adanya kenikmatan untukku atau untuk seseorang dari makhluk-Mu melainkan itu hanya dari-Mu semata, tidak ada sekutu bagi-Mu, bagi-Mu segala pujian dan syukur”.
Maka berarti orang itu telah bersyukur pada hari itu. Siapa saja yang mengucapkan hal itu di sore hari, maka orang itu telah bersyukur untuk malamnya".(HR. Abu Dawud, Nasa'i dalam bab: “Amalan siang dan malam hari”, dengan sanad hasan).
Ini sesuai dengan redaksi hadits yang diriwayatkan oleh Nasa'i, akan tetapi tidak menyebutkan lafadz “Di waktu sore”. Ibnu Hibban meriwayatkan sama seperti lafadz riwayat Nasa'i dari Ibnu Abbas .
Abdullah bin Umar  berkata: “Tidak pernah Rasulullah  meninggalkan do’a ini, baik di waktu sore atau pagi hari:
(( اللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ الْعَافِيةَ فيِ الدُّنْيَا وَالآخرةِ, اللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ الْعَفْوَ وَالْعَافِيَةَ فيِ دِيْنيِ وَدُنْيَايَ وَأَهْلِي وَمَالِي، اللَّهُمَّ اسْتُرْ عَوْرَاتيِ وَآمِنْ رَوْعَاتيِ، اللَّهُمَّ احْفَظْنِي مِنْ بَيْنِ يَدَيَّ وَمَنْ خَلْفِي وَعَنْ يَمِيْنِي وَعَنْ شِمَالِي وَمِنْ فَوْقِي وَأَعُوْذُ بِعَظَمَتِكَ أَنْ أُغْتَالَ مِنْ تَحْتِي ))
“Ya Allah, aku mohon kepada-Mu afiat di dunia dan akhirat, Ya Allah, aku mohon ampunan dan afiat dalam urusan agamaku, duniaku, keluargaku, dan hartaku. Ya Allah, tutupilah aibku dan berilah aku keamanan dari segala rasa takut. Ya Allah jagalah aku dari arah depanku, di belakangku, dari kanan dan kiriku serta di atasku. Akau berlindung dengan keagungan-Mu dari dibenamkan kedalam bumi". (HR. Ahmad dalam kitab Al Musnad, Abu Dawud, Nasa'i, Ibnu Majah dan merupakan hadits shahih menurut riwayat Hakim).
Diriwayatkan dari Abu Hurairah , bahwa Rasulullah  pernah bersabda:“Barang siapa yang mengucapkan:
(( لا إِلَهَ إِلا اللهُ وَحْدَهُ لا شَرِيْكَ لَهُ لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ ))
“Tidak ada Ilah yang berhak disembah melainkan Allah yang Maha Esa tiada sekutu bagi-Nya. Milik-Nya segala kekuasaan dan segala pujian dan Dia atas segala sesuatu Maha Kuasa”.
Siapa saja yang mengucapkannya sepuluh kali di waktu pagi, maka Allah akan tuliskan baginya seratus kebaikan dan Allah hapus darinya seratus kejelekan. Kedudukannya seperti orang yang membebaskan hamba sahaya dan Allah menjaganya pada hari itu sampai datangnya sore hari. Dan siapa saja yang mengucapkan seperti demikian di waktu sore maka baginya demikian pula”. (HR. Ahmad dalam Musnadnya dengan sanad hasan).
Diriwayatkan dari Abu Hurairah , bahwa Nabi Muhammad  pernah bersabda: “Siapa saja yang mengucapkan pada sore hari tiga kali bacaan ini :
(( أَعُوْذُ بِكَلِمَاتِ اللهِ التَّامَّاتِ مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَ ))
“Aku berlindung dengan kalimat Allah yang sempurna dari kejahatan makhuk-Nya”,
Maka tidak akan membahayakan “Al Hummah” pada malam itu”. (HR. Ahmad dan Tirmidzi dengan sanad hasan).
Al Hummah adalah binatang yang berbisa seperti kala, ular, dan sebagainya.
Diriwayatkan oleh Imam Muslim di dalam kitab shahihnya dari Khaulah binti Hukaim radhiallahu 'anha dari Nabi  beliau bersabda: “Siapa yang singgah ke suatu tempat kemudian mengucapkan:
(( أَعُوْذُ بِكَلِمَاتِ اللهِ التَّامَّاتِ مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَ ))
“Aku berlindung dengan kalimat Allah yang sempurna dari kejahatan makhuk-Nya”.
Tidak akan membahayakan sesuatupun sampai orang itu meninggalkan tempat persinggahan itu". (HR. Muslim).
Diriwayatkan dari Abdullah bin Abdurahman bin Abazi dari bapaknya , bahwa Nabi  selalu mengucapkan setiap datangnya pagi dan sore:
(( أَصْبَحْنَا عَلَى فِطْرَةِ الإِسْلاَمِ وَعَلَى كَلِمَةِ اْلإِخْلاَصِ وَعَلَى دِيْنِ نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ  وَعَلَى مِلَّةِ أَبِيْنَا إِبْرَاهِيْمَ حَنِيْفًا مُسْلِمًا وَمَا كَانَ مِنَ الْمُشْرِكِيْنَ ))
“Kami berada di pagi hari, berada dalam fitrah Islam dan kalimat ikhlas dan dien Nabi kami Muhammad  dan dalam ajaran bapak kami Ibrahim yang lurus dalam menjalankan agama dan tidaklah Ibrahim itu termasuk orang-orang yang musyrik”. (HR. Ahmad, dengan sanad yang shahih).
Diriwayatkan dari Abdur Rahman bin Abi Bakrah  dia berkata kepada bapaknya:
يَا أَبَتِ إِنِّيْ أَسْمَعُكَ تَدْعُوْ كُلَّ غَدَاةٍ: (( اللَّهُمَّ عَافِنِيْ فِيْ بَدَنِيْ، اللَّهُمَّ عَافِنِيْ فِيْ سَمْعِيْ، اللَّهُمَّ عَافِنِيْ فِيْ بَصَرِيْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ )) تُعِيْدُهَا ثَلاَثًا حِيْنَ تُصْبِحُ وَثَلاَثًا حِيْنَ تُمْسِيْ. وَتَقُوْلُ: (( اللَّهُمَّ إِنِّيْ أَعُوْذُ بِكَ مِنَ الْكُفْرِ وَالْفَقْرِ وَأَعُوْذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ )) تُعِيْدُهَا حِيْنَ تُصْبِحُ ثَلاَثًا وَحِيْنَ تُمْسِيْ ثَلاَثًا. قَالَ: نَعَمْ يَا بُنَيَّ إِنِّيْ سَمِعْتُ النَّبِيَّ  يَدْعُوْ بِهِنَّ فَأُحِبُّ أَنْ أَسْتَنَّ بِسُنَّتِهِ.
“Wahai ayahku, aku selalu mendengar engkau berdo’a setiap pagi:
(( اللَّهُمَّ عَافِنِيْ فِيْ بَدَنِيْ، اللَّهُمَّ عَافِنِيْ فِيْ سَمْعِيْ، اللَّهُمَّ عَافِنِيْ فِيْ بَصَرِيْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ ))
"Ya Allah berikanlah kesehatan pada badanku. Ya Allah berilah kesehatan dalam pendengaranku, ya Allah berilah kesehatan pada penglihatanku, tidak ada Ilah yang berhak disembah melainkan Engkau”.
Abdur Rahman bin Abi Bakrah  berkata kepada ayahnya: "Dan aku mendengar engkau membacanya tiga kali di waktu pagi dan tiga kali di petang hari".selalu mengulangi do’a ini tiga kali di waktu pagi dan tiga kali di waktu sore".
"Dan engkaupun berdo’a":
(( اللَّهُمَّ إِنِّيْ أَعُوْذُ بِكَ مِنَ الْكُفْرِ وَالْفَقْرِ وَأَعُوْذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ ))
"Ya Allah aku berlindung kepada-Mu dari kekafiran dan kefakiran dan aku berlindung kepada-Mu dari siksa kubur, tidak ada Ilah yang berhak disembah melainkan Engkau".
Abdur Rahman bin Abi Bakrah  berkata kepada ayahnya: "Dan inipun engkau ulangi setiap pagi tiga kali dan setiap sore tiga kali”.
Abu Bakrah  menjawab: “Benar Wahai anakku karena sesungguhnya aku mendengar Rasulullah  selalu berdo’a demikian dan aku suka membiasakan diri dengan sunnah Rasul“. (HR. Ahmad, Bukhari, Abu Dawud dan Nasa'i).
Disyari'atkan bagi setiap muslim dan muslimah agar setiap pagi mengucapkan seratus kali bacaan:
(( لا إِلَهَ إِلا اللهُ وَحْدَهُ لا شَرِيْكَ لَهُ لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ ))
“Tidak ada Ilah yang berhak disembah melainkan Allah yang Maha Esa tiada sekutu bagi-Nya. Milik-Nya segala kekuasaan dan segala pujian dan Dia atas segala sesuatu Maha Kuasa”.
Maka dia akan terjaga dari gangguan syaitan pada hari itu sampai datangnya sore".
Sebagaimana dijelaskan dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah  bahwa Nabi  berdo’a:
(( لا إِلَهَ إِلا اللهُ وَحْدَهُ لا شَرِيْكَ لَهُ لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ ))
“Tidak ada Ilah yang berhak disembah melainkan Allah yang Maha Esa tiada sekutu bagi-Nya. Milik-Nya segala kekuasaan dan segala pujian dan Dia atas segala sesuatu Maha Kuasa”.
Dalam setiap hari seratus kali. Maka siapa yang membaca bacaan ini sama dengan memerdekakan sepuluh hamba sahaya dan ditulis baginya seratus kebaikan serta dihapus darinya seratus dosa dan dia akan dijaga dari gangguan syaitan pada hari itu sampai datangnya waktu sore. Dan tidak ada seorang pun yang datang dengan amal yang lebih baik dari pada itu kecuali seseorang yang mengamalkan lebih banyak lagi".
Nabi  melanjutkan sabdanya: "Siapa saja yang mengucapkan:
(( سُبْحَانَ اللهِ وَبِحَمْدِهِ ))
“Maha suci Allah dan segala pujian bagi-Nya",
Pada setiap hari seratus kali, maka akan dihapuskan dosa-dosanya walaupun dosa itu seperti buih di lautan".

Sabtu, 12 Maret 2011

Keutamaan Zikir

Segala puji bagi Allah, shalawat dan salam kepada Rasulullah saw, dan aku bersaksi bahwa tiada Tuhan yang berhak disembah dengan sebenarnya kecuali Allah, Yang Maha Esa dan tiada sekutu bagiNya, dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusanNya. Wa Ba’du:
Sesungguhnya di antara amal shaleh utama dan mudah dikerjakan oleh seorang muslim untuk mendekatkan dirinya kepada Allah Azza Wa Jalla adalah berdzikir.
Dan Allah Ta'ala telah memuji orang yang berzikir dengan sebutan yang mulia.
(Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal, 191. (yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): "Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan Ini dengan sia-sia, Maha Suci Engkau, Maka peliharalah kami dari siksa neraka. QS. Ali Imron: 190-191.)
Di dalam ayat yang lain Allah SWT menjelaskan tentang keutamaan berdzikir. Berdzikir menjadikan hati ini tenang. Allah SWT berfirman:
(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka manjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, Hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram. QS. Al-Ra'du: 28
Dan Allah menjadikan balasan bagi orang yang berdzikir kepada Allah bahwa Allah akan menyebutnya (dengan sebutan yang mulia), maka apakah ada sebuah kedudukan yang lebih mulia dari kedudukan seseorang mu'min yang disebut oleh Allah dengan sebutan kemuliaan?. Firman Allah SWT:
. " Karena itu, ingatlah kamu kepada-Ku niscaya Aku ingat (pula) kepadamu, dan bersyukurlah kepada-Ku, dan janganlah kamu mengingkari (nikmat)-Ku. " (QS. Al-Baqarah: 152)

Dari Abi Hurairah ra sesungguhnya Nabi saw bersabda:
Sesungguhnya Aku seperti apa yang persangkakan hambaKu kepadaKu, dan Aku bersamanya pada saat dia mengingatKu, jika dia mengingatKu pada dirinya maka Akupun mengingatNya pada diriKu, dan jika dia mengingatKu pada sebuah perkumpulan maka Akupun mengingatNya pada perkumpulan yang lebih baik darinya.[1]


Ibnul Qoyyim rahimhullah berakta:
Seandainya tidak ada keutamaan berdzikir kecuali keutamaan yang disebutkan di atas maka hal itu sudah cukup sebagai sebuah keutamaan dan kemuliaan".[2]

Renungkanlah hadits yang mulia ini tentang keutamaan berdzikr dan orang yang berdszikir.
Dari Ibi Hurairah ra sesungguhnya Nabi saw bersabda:
Tidakkah kalian mau jika aku memberitahukan kepada kalian tentang amal perbuatan yang paling baik dan paling suci di sisi Tuhan kalian serta derajat kalian yang paling tinggi, juga lebih baik bagi kalian dari pada menginfakkan emas dan perak, dan lebih baik bagi kalian dari pada bertemu musuh lalu kalian memunuh mereka dan mereka membunuh kalian?". Maka para shahabat berkata: Kami mau wahai Rasulullah?. Rasulullah saw bersabda: Berdzikir kepada Allah Azza Wa Jalla".[3]

Dari Abi Hurairah ra berkata:
Rasulullah saw berjalan menuju Mekkah. Dan beliau melewati sebuah gunung yang bernama: Jamadan. Lalu beliau bersabda: Berjalanlah, ini adalah gunung Jamadan telah mendahului Al-Mufridun. Para shahabat beraka: Siapakah Al-Mufridun itu wahai Rasulullah?: Dia berkata: Orang yang berdzikir banyak kepada Allah baik laki-laki atau perempuan".[4]

Dari Anas ra berkata: Rasulullah saw:
Sesungguhnya aku duduk bersama kaum yang berdzikir kepada Allah sejak shalat subuh sehingga matahari terbit lebih aku sukai dari pada memerdekakan empat orang budak dari anak Isma'il, dan sungguh aku duduk bersama kaum yang berdzikir kepada Allah dari sejak shalat asar sehingga matahari terbanam lebih aku cintai daripada memerdekakan empat orang budak".[5]

Abu Bakar berkata:
Orang-orang yang berdzikir kepada Allah akan mendapatkan semua pahala kebaikan[6] Abu Darda' berkata: Setiap sesuatu punya pembersih dan pembersih hati adalah berdzikir kepada Allah Azza Wa Jalla[7]

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah berkata:
Berdzikri kepada Allah bagi hati seperti air bagi ikan, lalu apakah ikan bisa hidup tanpa air?.[8]

Ibnul Qoyyim berkata:
Dzikr yang paling utama dan bermanfaat adalah dzikir yang yang bersesuain antara hati dan lisan dan termsuk dari dzikir nabawi dan orang yang berdzikir tersebut mengetahui makna dan tujuan dzikir tersebut".[9]

Dari Abi Hurairah ra bahwa Nabi saw bersabda:
Barangsiapa yang membaca: Tiada tuhan yang disembah dengan sebenarnya kecuali Allah Yang Maha Esa dan tiada sekutu bagiNya, bagiNya segala kekuasaan dan segala pujian dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu dalam satu hari seratus kali maka seakan dia telah memerdekan sepuluh orang budak, ditulis baginya seratus kebaikan, dihapuskan baginya seratus keburukan dan dia akan dijaga dari setan pada siang hari itu sehingga waktu sorenya. Dan tidak ada seorangpun yang lebih baik darinya kecuali seorang yang berbuat lebih baik darinya. Dan barangsiapa membaca:
(Maha Suci Allah dan Segala puji bagiNya dalam satu hari seratus kali maka dihapuskan dosa-dosanya seklipun sebanya buih dilautan".[10]

Dari Abi Hurairah ra berkata:
Orang-orang miskin datang kepada Nabi saw dan mereka berkata: Orang-orang yang kaya dengan harta telah menang dengan derajat yang tinggi dan kenikmatan yang abadi, mereka menjalankan shalat sebagaimana kami shalat, mereka berpuasa sebagaimana kami berpuasa, dan mereka memiliki kelebihan harta yang mereka pergunakan untuk berhaji, berumroh, berjihad dan bersedekah. Maka Nabi saw menjawab: Maukah kalian jika aku memberitahukan kepada kalian suatu amalan yang apabila kalian ambil maka kalian pasti menyamai orang yang telah mendahului kalian dan kalian tidak akan didahului oleh siapapun setelah kalian dan kalian adalah orang yang paling suci di sisi rajamu (Allah) kecuali orang yang beramal seperti itu, kalian bertasbih kepada Allah, memuji Allah dan bertakbir kepadaNya setelah selesai menjalankan shalat wajib sejumlah tiga puluh tiga kali".[11]
Dari Abi Hurairah ra berkata: Rasulullah saw bersabbda: Sungguh aku membaca: Maha Suci Allah dan segala puji bagiNya, dan tiada tuhan kecuali Allah, Yang Maha Besar lebih aku cintai dari terbitanya matahari".[12]
Dan Allah telah telah memerintahkan orang-orang yang beriman untuk berdzikr yang banyak kepada Allah. Allah SWT berfirman:"
Hai orang-orang yang beriman, berzdikirlah (dengan menyebut nama) Allah, zikir yang sebanyak-banyaknya. 42. Dan bertasbihlah kepada-Nya diwaktu pagi dan petang." (QS. Al-Ahzab: 41-42.)

Dan Nabi saw mensyari'atkan bagi umatnya banyak dzikir dalam berbagai waktu dan masa, di mana pada setiap masa dan waktu terdapat dzikir-dzikir khusus padanya, pada waktu pagi terdapat bacaan-bacaan dzikir waktu pagi, begitu juga ada dzikir pada waktu sore, ada dzikir menjelang tidur, saat bangkit dari tidur, pada saat masuk dan keluar rumah, ada dzikir pada saat makan dan minum dan saat-saat lainnya. Dan tidak diragukan lagi bahwa orang yang selalu menjaga dzikir-dzikir ini akan tergolong orang yang selalu berdzikir kepada Allah dengan dzikir yang banyak, dan dengannya pula seseorang aman dari sifat-sifat yang dimiliki oleh orang-orang munafi, seperti yang disebutkan di dalam firman Allah SWT:
. 142. Sesungguhnya orang-orang munafik itu menipu Allah, dan Allah akan membalas tipuan mereka. dan apabila mereka berdiri untuk shalat mereka berdiri dengan malas. mereka bermaksud riya (dengan shalat) di hadapan manusia. dan tidaklah mereka menyebut Allah kecuali sedikit sekali. QS. Al-Nisa': 142
Di natara dzikir-dzikir yang bersifat umum yang bisa diucapkan pada setiap waktu adalah dzikir yang diriwayatkan oleh Ibnu Abbas dari Juwairiyah bahwa Nabi saw keluar dari sisinya di saat pagi, pada waktu shalat subuh, dan dia berada di tempat shalatnya, kemudian Nabi saw kembali pulang setelah waktu dhuha tiba. Lalu Nabi saw bertanya kepadanya: Apakah kamu masih berada di tempatmu seperti semula aku meninggalkanmu pada waktu pagi?. Maka dia menjawab: Benar, maka Nabi saw bersabda: Aku telah membaca empat kalimat setelah aku meninggalkanmu sejumlah tiga kali, di mana jika kalimat tersebut ditimbang dengan semua bacaan yang telah engkau baca sejak permualaan siang tadi maka dia pasti menandinginya, yaitu:
سُبْحَانَ اللهِ وَبِحَمْدِهِ: عَدَدَ خَلْقِهِ، وَرِضَا نَفْسِهِ، وَزِنَةَ عَرْشِهِ وَمِدَادَ كَلِمَاتِهِ.
(Maha Suci Allah dan segala puji bagiNya, sejumlah ciptaaanNya, keredhaan diriNya , seberat arasyNya dan sebanyak tulisan kalimatNya).[13]
Di antara dzikir yang bisa diucapkan pada waktu pagi dan petang serta boleh juga diucapkan pada saat setiap kali seseorang mengharap magfiroh Tuhannya, adalah dzikir riwayat Syaddad bin Aus ra dari Nabi saw bahwa beliau bersabda penghulu istigfar adalah seseorang hamba mengatakan:
اَللَّهُمَّ أَنْتَ رَبِّيْ لاَ إِلَـهَ إِلاَّ أَنْتَ، خَلَقْتَنِيْ وَأَنَا عَبْدُكَ، وَأَنَا عَلَى عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَا اسْتَطَعْتُ، أَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا صَنَعْتُ، أَبُوْءُ لَكَ بِنِعْمَتِكَ عَلَيَّ، وَأَبُوْءُ بِذَنْبِيْ فَاغْفِرْ لِيْ فَإِنَّهُ لاَ يَغْفِرُ الذُّنُوْبَ إِلاَّ أَنْتَ.
“Ya Allah! Engkau adalah Tuhanku, tidak ada Tuhan yang berhak disembah kecuali Engkau, Engkau-lah yang mencip-takan aku. Aku adalah hambaMu. Aku akan setia pada perjanjianku denganMu semampuku. Aku berlindung kepadaMu dari kejelekan yang kuperbuat. Aku mengakui nikmatMu kepadaku dan aku mengakui dosaku, oleh karena itu, ampunilah aku. Sesungguhnya tiada yang mengampuni dosa kecuali Engkau.”[14]

Nabi saw bersabda:
Barangsiapa yang mengatakannya pada waktu siang hari dan dalam keadaan yakin dengannya lalu meninggal pada hari itu sebelum dirinya memasuki waktu sore maka dia termasuk penghuni surga, dan barangsiapa yang membacanya pada waktu malam dalam keadaan yakin dengannya lalu meninggal sebelum waktu pagi tiba maka dia termasuk penghuni surga".[15]
Segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam, shalawat dan salam kepada Nabi kita Muhammad dan kepada seluruh keluarga dan shahabatnya.



[1] HR. Bukhari: 4/348 no: 7405 dan Muslim: 4/2061 no: 2675
[2] Al-Wabilus shayyib minal kalimit thayyib: hal: 71
[3] HR. Turmudzi: 5/549 no: 3377
[4] Shahih Muslim: 4/2062 no: 2676
[5] Sunan Abu Dawud: 3/324 no: 3667
[6] Syu"abul Iman : 1/408
[7] Al-Wabilus Sayyib minal kalimit tayyib: hal: 67
[8] Al-Wabilus Sayyib minal kalimit Tayyib: hal: 71
[9] Al-Fawa'id hal: 250 diambil dari kitab: Nudharatun Na'im: 5/2009
[10] Shahihul Bukhari: 4/173 no: 6403 dan Shahih Muslim: 4/2071 no: 2691
[11] Shahih Bukhari: 1/271 no: 843 dan Muslim: 1/416 no: 595
[12] Shahih Muslim: 4/272 no: 2695
[13] Shahih Muslim: 4/2090 no: 2726
[14] “Barangsiapa membacanya dengan yakin ketika sore hari, lalu ia meninggal dunia pada malam itu, maka ia masuk Surga. Dan demikian juga ketika pagi hari.” HR. Al-Bukhari 7/150.
[15] Shahih Bukhari: 4/153 no: 6306

Zikir sesudah sholat fardlu

Termasuk sunnah apabila seorang muslim setiap selesai shalat fardhu membaca:
أَسْتَـغْـفِـرُ الله َ .( 3 kali )
( Saya memohon ampun kepada Allah )

اَللَّــهُمَّ أَنْتَ السَّلامُ وَمِنْكَ السَّلاَمُ تَبَارَكْتَ يَا ذَا اْلجَلالِ وَاْلإكْرَامِ 

     (Ya Allah Engkau Maha Sejahtera, dari-Mu kesejahteraan, Maha Berkah Engkau wahai Dzat yang memiliki Keagungan dan Kemuliaan ).

لاَ إِلَهَ إِلا الله ُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ اْلمُلْكُ وَ لَهُ اْلحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ. لاَ حَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ إِلاَّ بِالله.لاَ إِلَهَ إِلاَّ الله ُ وَلاَ نَعْبُدُ إِلاَّ إِيَّاهُ. لَهُ النِّعْمَةُ وَ لَهُ اْلفَضْلُ وَ لَهُ الثَّنَاءُ اْلحَسَنُ. لاَ إِلَهَ إِلاَّ الله ُ مُخْلِصِـيْنَ لَهُ الدِّيْنَ وَلَوْ كَرِهَ اْلكَافِرُوْنَ. اَللَّــهُمَّ لاَ مَانِعَ لِمَا أَعْطَيْتَ، وَلاَ مُعْطِيَ لِمَا مَنَعْتَ وَلاَ يَنْفَعُ ذَا اْلجَدِّ مِنْكَ اْلجَدُّ.

    (Tidak ada Ilah yang berhak disembah kecuali Allah semata, tiada sekutu bagi-Nya. Milik-Nya seluruh kerajaan dan milik-Nya segala pujian dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu, tidak ada daya dan kekuatan kecuali dengan izin Allah. Tidak ada Ilah yang berhak disembah kecuali Allah dan kami tidak menyembah kecuali kepada-Nya, milik-Nya segala nikmat, milik-Nya segala keutamaan dan milik-Nya segala sanjungan yang baik. Tidak ada Ilah yang berhak disembah kecuali Allah dengan mengikhlaskan agama (ketundukan) untuk-Nya walaupun orang-orang kafir benci. Ya Allah tidak ada yang dapat menghalangi apa yang Engkau berikan, tidak ada yang dapat memberi apa yang Engkau halangi dan tidak bermanfaat bagi orang yang memiliki kekayaan (dari siksaan-Mu) akan kekayaannya" .
Dibaca pula setelah shalat Subuh dan shalat Maghrib do'a seperti diatas dan ditambah  pula dengan do'a ini:
لاَ إِلَهَ إِلاَّ الله ُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ اْلمُلْكُ وَ لَهُ اْلحَمْدُ يُـحْيِي وَيُـمِيْتُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ. ×10.

   (Tidak ada Ilah yang berhak disembah kecuali Allah semata, tidak ada sekutu bagi-Nya, bagi-Nya segala kerajaan dan bagi-Nyalah segala pujian, Dialah Dzat Yang Menghidupkan dan Mematikan, dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu).
Kemudian setelah itu membaca:    
"سُبْحَانَ الله" 33x dan "اَلْـحَمْدُ ِلله" 33x dan"  ُأَكْـَبرُ الله  33x, Kemudian disempurnakan yang keseratus dengan membaca:
لاَ إِلَهَ إِلاَّ الله ُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ اْلمُلْكُ وَلَهُ اْلحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ.
(Tidak ada Ilah yang berhak disembah kecuali Allah semata, tidak ada sekutu bagi-Nya, bagi-Nya segala kerajaan dan bagi-Nya segala pujian dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu) .
Kemudian membaca ayat Kursi:(terjemahan bebasnya kurang lebih)
(Allah, tidak ada Ilah (yang berhak disembah) kecuali Dia yang hidup kekal lagi terus menerus mengurus makhluk-Nya, tidak mengantuk dan tidak tidur. Kepunyaan-Nya apa yang ada dilangit dan apa yang ada dibumi. Siapakah yang dapat memberi syafa'at di sisi Allah tanpa seizin-Nya? Allah Mengetahui apa-apa yang dihadapan mereka dan dibelakang mereka dan mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Allah melainkan apa yang dikehendaki-Nya. Kursi Allah meliputi langit dan bumi, dan Allah tidak merasa berat memelihara keduanya dan Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar ).
Kemudian membaca:
   surat an-nas
   surat al-falaq 
   surat al-ikhlas
 
Dan ketiga surat di atas khusus dibaca sesudah shalat Subuh dan shalat Maghrib serta di ulang-ulang tiga kali.
Inilah yang terbaik … semoga shalawat dan salam tetap tercurahkan kepada Nabi kita Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam.

Kamis, 10 Maret 2011

Amalan Zikir Harian

Senin



selasa



Rabu



kamis



jum'at


sabtu

Doa Penerang Hati dan Memulakan Bacaan






Ya Allah, bukakanlah ke atas kami hikmatMu
dan limpahilah ke atas kami khazanah rahmatMu,
wahai Tuhan Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.
Wahai Tuhanku, tambahkanlah ilmuku dan luaskanlah kefahamanku.
Wahai Tuhanku, lapangkanlah dadaku dan mudahkanlah urusanku

Minggu, 26 Desember 2010

DOA DI BUKIT JALIL

Do'a untukmu Timnas di Bukit Jalil:

=Ya Allah, berilah kmi petunjuk sbgamn orang-2 yg tlh Engkau beri petunjuk. =Selamatkanlah kmi dlm gol. orang-2 yg Engkau telah pelihara.
=Uruslah kmi di antara orang-2 yg tlh Engkau urus.
=Berkahilah kmi dlm sgl sesuatu yg Engkau tlh berikan.
=Hindarkanlah kmi dr sgl bahaya yang Engkau telah tetapkan.
=Sesungguhnya Engkaulah yg menentukan dan bukan yg ditentukan.
=Sesungguhnya tdk akan jadi hina orang yg telah Engkau lindungi.
=Engkau wahai Rabb kami adalah Maha Mulia dan Maha Tinggi."

Selasa, 23 November 2010

DOA TOLAK MUSIBAH YANG DATANG TIBA-TIBA


Suatu ketika putera sahabat Utsman bin Affan radhiyallahu ’anhu bernama Aban bin Ustman rahimahullah meriwayatkan sebuah hadits Nabi Muhammad shollallahu ’alaih wa sallam yang di dalamnya terdapat doa untuk memohon perlindungan Allah Ta’ala agar tidak tertimpa musibah yang datang secara mengejutkan. Doa tersebut berbunyi sebagai berikut:
بِسْمِ اللَّهِ الَّذِي لَا يَضُرُّ مَعَ اسْمِهِ شَيْءٌ
فِي الْأَرْضِ وَلَا فِي السَّمَاءِ وَهُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ
'BISMILLAAHIL LADZII LAA YADLURRU MA'AS MIHI SYAI'UN FIL ARDLI WALA FIS SAMAA'WAHUWAS SAMII'UL 'ALIIM' (dengan nama Allah, dengan nama-Nya tidak akan berbahaya sesuatu yang ada di bumi maupun yang ada di langit, dan Dia Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui)
Nabi shollallahu ’alaih wa sallam menganjurkan agar doa tersebut dibaca sebanyak tiga kali di waktu pagi dan tiga kali di waktu sore. Barangsiapa membacanya dengan rajin seperti itu, Nabi shollallahu ’alaih wa sallam menjanjikan bahwa orang itu tidak akan terkena musibah yang datang secara tiba-tiba. Bacaan di waktu pagi akan melindunginya hingga sore tiba, sedangkan bacaan di waktu sore akan melindunginya hingga pagi tiba. Lengkap haditsnya berbunyi sebagai berikut:
عَنْ أَبَانَ بْنِ عُثْمَانَ عَنْ عُثْمَانَ أَنَّ
النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ
مَنْ قَالَ بِسْمِ اللَّهِ الَّذِي لَا يَضُرُّ مَعَ اسْمِهِ شَيْءٌ
فِي الْأَرْضِوَلَا فِي السَّمَاءِ وَهُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ
ثَلَاثَ مَرَّاتٍ لَمْ تَفْجَأْهُفَاجِئَةُ بَلَاءٍ حَتَّى اللَّيْلِ وَمَنْ قَالَهَا
حِينَ يُمْسِيلَمْ تَفْجَأْهُ فَاجِئَةُ بَلَاءٍ حَتَّى يُصْبِحَ إِنْ شَاءَ اللَّهُ
(AHMAD - 497) : Dari Aban Bin Utsman dari Utsman bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Barangsiapa membaca 'BISMILLAAHIL LADZII LAA YADLURRU MA'AS MIHI SYAI'UN FIL ARDLI WALA FIS SAMAA'WAHUWAS SAMII'UL 'ALIIM' (dengan nama Allah, dengan nama-Nya tidak akan berbahaya sesuatu yang ada di bumi maupun yang ada di langit, dan Dia Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui) sebanyak tiga kali, maka tidak akan ditimpa musibah mengejutkan hingga malam hari, dan barangsiapa membacanya di waktu sore maka tidak akan ditimpa musibah mengejutkan hingga pagi hari jika Allah menghendaki."
Tentunya tidak seorangpun ingin dirinya tertimpa musibah. Dan umumnya musibah datang secara tiba-tiba. Oleh karenanya doa ini menjadi sangat relevan dan penting bagi kehidupan kita. Maka sudah sepatutnya kita menjalankan nasihat mulia Nabi Muhammad shollallahu ’alaih wa sallam ini. Karena ia tidak saja kita butuhkan, tetapi dengan mengamalkannya berarti kita turut menegakkan salah satu sunnah Nabi shollallahu ’alaih wa sallam yang banyak ditinggalkan kaum muslimin dewasa ini.
Uniknya hadits ini dikuatkan oleh hadits lainnya yang menjelaskan bahwa suatu ketika Aban bin Ustman sendiri pernah terkena suatu musibah mendadak dalam perjalanan hidupnya. Sehingga ketika ia dikunjungi oleh muslim lainnya mereka terheran—heran mengapa ia sampai bisa mengalami musibah mendadak padahal ia pula yang meriwayatkan hadits tentang doa menolak musibah mendadak. Maka Aban bin Ustman dengan jujur mengakui bahwa pada hari itu ia terlupa membaca doa tersebut. Subhanallah.
أَبَانَ بْنَ عُثْمَانَ يَقُولُ سَمِعْتُ عُثْمَانَ يَعْنِي ابْنَ عَفَّانَ يَقُولُ
سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ مَنْ قَالَ
بِسْمِ اللَّهِ الَّذِي لَا يَضُرُّ مَعَ اسْمِهِ شَيْءٌ فِي الْأَرْضِ
وَلَا فِي السَّمَاءِ وَهُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ ثَلَاثَ مَرَّاتٍ لَمْ تُصِبْهُ
فَجْأَةُ بَلَاءٍ حَتَّى يُصْبِحَ وَمَنْ قَالَهَا حِينَ يُصْبِحُ ثَلَاثُ مَرَّاتٍ
لَمْ تُصِبْهُ فَجْأَةُ بَلَاءٍ حَتَّى يُمْسِيَ و قَالَ فَأَصَابَ أَبَانَ بْنَ عُثْمَانَ
الْفَالِجُ فَجَعَلَ الرَّجُلُ الَّذِي سَمِعَ مِنْهُ الْحَدِيثَ يَنْظُرُ إِلَيْهِ
فَقَالَ لَهُ مَا لَكَ تَنْظُرُ إِلَيَّ فَوَاللَّهِ مَا كَذَبْتُ عَلَى عُثْمَانَ
وَلَا كَذَبَ عُثْمَانُ عَلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَلَكِنَّ
الْيَوْمَ الَّذِي أَصَابَنِي فِيهِ مَا أَصَابَنِي غَضِبْتُ فَنَسِيتُ أَنْ أَقُولَهَا
(ABUDAUD - 4425) : Aban bin Utsman berkata: Aku mendengar Utsman -maksudnya Utsman bin Affan- berkata, "Aku mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Barangsiapa mengucapkan: BISMILLAHILLADZI LAA YADLURRU MA'ASMIHI SYAI`UN FIL ARDLI WA LAA FIS SAMAA`I WA HUWAS SAMII'UL 'ALIIMU (dengan nama Allah yang tidak ada sesuatu pun di bumi dan di langit yang bisa memberikan bahaya. Dan Dia Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui) sebanyak tiga kali, maka ia tidak akan tertimpa musibah yang datang dengan tiba-tiba hingga pagi hari. Dan barangsiapa membacanya pada pagi hari sebanyak tiga kali, maka ia tidak akan tertimpa musibah yang datang dengan tiba-tiba hingga sore hari." Perawi berkata, "Lalu Aban tertimpa penyakit lumpuh, hingga orang yang mendengar hadits darinya melihat kepadanya (Aban), maka Aban pun berkata, "Kenapa kamu melihat aku? Demi Allah, aku tidak berbohong atas nama Utsman, dan Utsman tidak berbohong atas nama Nabi shallallahu 'alaihi wasallam. Tetapi pada hari ketika aku tertimpa penyakit ini, aku sedang marah hingga aku lupa membacanya."
free counters

DOWNLOAD SOFTWARE ADZAN

Komisi Gratis | Bisnis Online Tanpa Modal
SekolahFOREX.Net

PENYELENGGARA

Penasehat :
KH Ansor Hasan, Drs Supaat,M.Pd, Agus Kusyanto S.P.d

Kepala Madin : Ust. Sholeh
Ka.Ur TU : Purwo, S.Pd
Bendahara : Sunarto

Ur.Kurikulum : H Asmuni
Ur.Pengembg : Ubaedillah
Ur.Pengajaran : Nur Hasan

Entri Populer

DAPATKAN PENGHASILAN HALAL

SekolahFOREX.Net

DOWNLOAD JADWAL SHOLAT